Akibat Pestisida Kini Lebah Tidak Tahu Jalan Pulang


Anda boleh percaya atau tidak, kini lebah madu tidak bisa kembali ke sarangnya. Mereka mengalami disorientasi atau gangguan navigasi untuk menemukan sarangnya sendiri akibat pestisida.

Dalam beberapa tahun terakhir, populasi lebah madu merosot tajam, seiring dengan fenomena yang disebut Colony Collapse Disorder. Para ilmuwan juga takut pestisida menghancurkan populasi lebah.

Demikian hasil penelitian yang diterbitkan di The Juornal Science, pekan lalu.
Dave Goulson, peneliti dari Stirling University, Scotland, menyebutkan populasi beberapa jenis lebah madu ekor kuning (bumblebee) telah menurun dalam skala besar.

Di Amerika Utara, beberapa spesies bumblebee yang dulu sering ditemukan, kini jarang bahkan sudah hilang dari habitatnya. Di Inggris, tiga spesies justru telah punah.

Ancaman terhadap populasi lebah madu ini juga telah meluas ke Asia, Amerika Selatan dan Timur Tengah.

Dalam penelitiannya, para ilmuwan menemukan koloni lebah madu yang terpapar pestisida mengalami kesulitan menemukan jalur pulang. Ini berbeda dengan koloni lebah yang tidak terpapar pestisida.

Meski tidak mematikan secara langsung, ternyata Pestisida telah merusak sistem saraf lebah sehingga mengalami disorientasi menemukan jalan kembali ke sarang. Pada akhirnya banyak lebah yang mati karena tidak menemukan sarangnya.

Lebah memiliki peran penting sebagai polinator untuk perkembangbiakan tanaman, baik tanaman buah maupun bunga. Pada 2011 lalu, PBB melaporkan keberadaan lebah dan polinator lainnya, seperti kumbang, kupu-kupu dan burung, memberi keuntungan ekonomi bagi manusia hingga Rp195 triliun.

Para Pelamar CPNS Kini Bisa Langsung Tahu Hasilnya


Para Pelamar CPNS Kini Bisa Langsung Tahu Hasilnya - Gebrakan dalam birokrasi kini kembali dilakukan oleh pemerintah. Bagi para pelamar calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) dan menggunakan sistem berbasis komputer alias Computer Assisted Test (CAT) bisa langsung mengetahui hasil tes yang diikuti. Mantap kan?

Tentunya, para pelamar ini yang telah melamar di instansi-instansi pemerintah pusat dan daerah. Demikian disampaikan Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Eko Sutrisno pagi ini Senin 16 September 2013.

"Metode CAT yang dikembangkan BKN dan Lembar Jawaban Komputer (LJK) mempunyai karakter dan keunggulan masing-masing. Salah satu keunggulan CAT adalah para peserta tes langsung mengetahui skor/nilainya masing-masing setelah selesai mengerjakan tes," tuturnya.

Dijelaskan Eko, CAT sendiri digagas dan dikembangkan untuk mencegah adanya praktek Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN) dalam penerimaan CPNS di instansi-instansi pemerintah. Baik menggunakan CAT ataupun LJK, yang utama adalah pelaksanaan tes berlangsung dengan transparan, obyektif, akuntabel, dan tanpa KKN.

Disampaikannya, tercatat 70 instansi pemerintah yang akan berkoordinasi dengan BKN untuk melaksanakan Tes Kemampuan Dasar (TKD yang akan menggunakan CAT. Instansi tersebut terdiri dari 49 Kementerian/Lembaga, delapan Pemerintah Provinsi, dan 13 Pemerintah Kabupaten/Kota.

Terkait penerimaan pegawai, BKN menjalin kerjasama dengan berbagai Perguruan Tinggi Negeri (PTN) guna menyediakan, menyusun, dan melakukan validasi soal untuk TKD dalam penerimaan CPNS tahun ini. (Setkab.go.id)

[ source ]